Tuesday, 31 January 2017

Posisi Analisis Analisis Wacana Kritis (AWK)

Seperti telah dibahas sebelumnya (Baca artikel sekilas tentang AWK) bahwa para ahli berbeda pendapat dan pandangan mengenai AWK. Lima diantara dari para ahli tersebut yakni Van Dijk, Sara Mills, Ruth Wodak, Theo Van Leeuween dan Norman Fairclough. Berikut akan diuraikan teori dan pandangan AWK dari para ahli:
a.         Van Dijk.
Teori Van Dijk lebih dikenal dengan Socio Cognitivie Approach, disingkat menjadi SCA. Dalam model ini, lebih menekankan kepada indiviu yang membuat wacana tersebut. Alasanya adalah Van Dijk memandang bahwa teks hanya hasil dari praktek produksi bahasa dari seorang individu, sehingga melihat bagaimana proses produksi suatu teks merupakan suatu keharusan.
b.         Sara Mills.
Sara Mills memperkenalkan pandanganya mengenai AWK dan melihat dari sisi gender. Teorinya dikenal dengan istilah Feminist Stylistic Approach atau disingkat FSA. Sara Mills mengajak para peneliti agar melihat kedudukan gender atau posisi wanita dalam suatu teks atau dikenal sebagai analisis wacana perspektif feminis.
c.         Ruth Wodak
Dalam AWK, Ruth Wodak lebih menekankan kepada sisi sejarah. Menurutnya, suatu teks atau wacana tidak lepas dari konteks sejarah bagaimana suatu komunitas itu digambarkan. Teorinya dikenal dengan sebutan Discourse Hostorical Approach atau DHA. Wodak telah banyak meneliti wacana dengan teorinya dengan fokus utamanya yakni meneliti seksisme, antisemit, dan rasialisme dalam media dan masyarakat.
d.        Theo Van Leeuween
Berbeda dengan teori sebelumnya, Van Leeuween memperkenal model AWK dengan pandangan Social Actor Approach atau SAA. Modelnya lebih menelaah mengenai pihak – pihak atau social actor itu dimunculkan atau disembunyikan didalam teks. Menurutnya dalam suatu teks ada kelompok yang dimunculkan atau disembunyikan, ataupun bagaimana suatu kelompok masyarakat itu memegang kendali dalam teks. Misalnya kelompok buruh, nelayan, imigran gelap, wanita, merupakan contoh dari kelompok yang digambarkan secara marjinal didalam teks.
e.         Norman Fairclough

Fairclough memperkenalkan AWK dengan pandanganya yakni melihat pemakaian tutur dan tulisan sebagai suatu praktek sosial. Teorinya dikenal dengan Dialectical Relational Approach atau DRA. Fairclough memandang bahwa analisis wacana berkaitan dengan struktur sosial dan proses produksi teks tersebut. Kemudian, dalam model ini, peneliti dituntut untuk menemukan realitas dibalik teks dengan cara penelusuran atas konteks produksi teks, konsumsi teks dan aspek sosial budaya yang mempengaruhi pembuatan teks.

0 komentar:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 TukangTerjemahDotCom Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates