Friday, 27 January 2017

Peran Teks, Koteks dan Konteks dalam Kajian Wacana

1.             Peran Teks dalam Kajian Wacana
Dalam hal teks sebagai komunikasi, Nunan (1993:6), mengungkapkan bahwa “text to refer to any written record of communicative event”. Dari pendapat Nunan, maksudnya adalah suatu teks lebih mengacu pada bahasa tulis. Hal senada juga diungkapkan oleh Juez (2009: 6), Juez mengatakan secara umum istilah teks digunakan terbatas pada bahasa tulis. Dalam hubungan dengan kajian wacana, teks dan wacana sering diartikan berbeda dari segi ranah pemakaianya. Wacana bisa terdiri dari lisan dan tulisan. Jadi teks merupakan bagian dari sebuah wacana.
Wacana bisa artikan sebagai teks yang memenuhi syarat-syarat tertentu sehingga dapat dikatakan sebagai sebuah wacana.  Karena materi pokok dari kegiatan analisis wacana adalah menganalisis sebuah wacana, maka teks berperan sebagai objek analisisnya. Ketika peneliti hendak melakukan analisis wacana, hal yang harus dilakukan adalah peneliti harus sudah menentukan wacana apa yang akan dianalisis, teks apa yang akan dianalisis, jenis teks apa yang akan dianalisis. Hal tersebut dikarenakan teks akan mempengaruhi metode dan strategi peneliti dalam melakukan analisis wacana.
Baca juga : Apa itu Teks, Koteks dan Konteks

2.             Peran Koteks dalam Kajian Wacana
Menurut KBBI, Kotek merupakan kalimat yg mendahului dan/atau mengikuti sebuah kalimat dl wacana. Definisi tersebut diperkuat oleh kridalaksana (2011: 137) yang berpendapat bahwa koteks dapat diartikan sebagai kalimat atau unsur-unsur yang mendahului dan/atau mengikuti sebuah unsur lain dalam wacana. Posisi koteks dalam teks yakni mendampingi teks lain dan mempunyai keterkaitan dan kesejajaran. Keberadaan teks yang terkait dengan koteks terletak pada bagian depan (mendahului) atau pada bagian belakang teks yang mendampingi.
Peran kotek dalam kajian wacana adalah; dari Keberadaan ko-teks dalam suatu wacana menunjukkan bahwa teks satu memiliki hubungan dengan teks lain yang mengikat kedua teks tersebut dalam suatu arti dan konteks tertentu yang utuh, sehingga dapat ditafsirkan makna dari suatu teks tersebut.

3.             Peran Kontek dalam Kajian Wacana
Membahas mengenai konteks, ini bisa berkaitan dengan berbagai hal misalnya saja pada konteks Budaya, pengetahuan, linguistik, semotaktis, sintaksis dan situasi. KBBI mempunyai dua definisi dari konteks, yakni 1) bagian suatu uraian atau kalimat yg dapat mendukung atau menambah kejelasan makna; 2) situasi yg ada hubungannya dengan suatu kejadian. Sedangkan menurut Mulyana (2005: 21), konteks dapat dianggap sebagai sebab dan alasan terjadinya suatu pembicaraan/dialog. Menurut Brown & Yule (1983) konteks adalah lingkungan atau keadaan tempat bahasa digunakan. Halliday & Hasan (1994) mengatakan bahwa konteks dapat diartikan sebagai situasi atau latar terjadinya suatu komunikasi.
Dalam perananya, dalam kajian wacana konteks berperan sebagai himpunan informasi-informasi yang menjelaskan secara lebih rinci wacana yang sedang dianalisis. Dalam memahami definisi konteks yakni terdiri dari delapan komponen tutur. Komponen tersebut yakni, setting dan scene, participants, ends, act sequences, key, instrumentalities, norms of interaction and interpretation, dan genre. Kedelapan komponen tersebut tidak dapat digunakan secara terpisah dalam melakukan analisis wacana karena kedelapan komponen tersebutlah yang sebelumnya digunakan oleh penulis atau penutur ketika berkomunikasi melalui teks (baik tulis atau lisan) sehingga peneliti harus menemukan kedelapan komponen tersebut agar dapat mengambil informasi dari penulis atau penutur secara utuh dan sempurna.

0 komentar:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 TukangTerjemahDotCom Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates