Pembelit lidah (tongue twister) adalah frasa atau susunan kata-kata yang memiliki kemiripan dalam bunyi sehingga sulit diucapkan secara cepat dengan benar. Pembelit lidah yang hanya terdiri dari beberapa kata dimaksudkan untuk diucapkan berulang-ulang secepat mungkin. Kalimat-kalimat panjang yang menjadi pembelit lidah hanya perlu diucapkan sekali, namun secepat mungkin dan tanpa salah. (Wikipedia)

Contractions are words that are created by combining words in order to shorten them from their original form. Contractions are used when speaking and when writing in casual situations. Common contractions are words like she's and don't and can be both written (informally) and spoken.

To "act up" means...... to behave badly
"And then some" means..... and a lot more
"All along" means..... all the time
to "back out" means.... to get out of an agreement
A "bad trip" means.... an unpleasant drug experience
To "beat around the bush" means..... to avoid a question
"below the belt" means.....unfairly
To "call it a day" means....to quit / to finish for today
to "catch on" means ....... to understand
to "cheer up" means... to become happy
" I dare say" means.... I suppose
"Dead tired" means..... very tired, exhausted
to be in "deep water" means.... to be in serious trouble
to "die out'' means.... to disappear slowly
to "do away with" something means.... to stop something
If someone is "down to earth," they are.....practical
"easy does it" means....let's do it carefully
to "ease up" means.....to make less nervous
If you "keep an eye out", it means.....watch carefully
to "eat out", means.....to eat in a restaurant
When it's "fair and square", it's ......... honest
to "fall behind", means to.... not keep up
If something "falls through", it.............. falls to happen
"Far and wide" means.... everywhere...
Dari segi tujuan, kegiatan penerjemahan oleh Brislin (1976:3-4) dan juga diterangkan Choliludin (2007:26-29) mengkategorikan terjemahan menjadi empat jenis.
Yakni, Terjemahan pragmatis, terjemahan estetis-puitis, terjemahan etnografis, dan terjemahan linguistik.


Before learn about Strategies in Interpreting, you may read tips for interpreting.

The strategies in interpreting are:

When you decide to be an interpreters, you must prepare yourself as well. Below, there 5 tips for interpreting.

Anticipate

What is Simultaneous interpretation?
Simultaneous interpretation is a technique in which the interpreter renders the interpretation simultaneously while the speaker is still speaking. 

Newmark (1988, p. 95) categorize cultural category into five categories. They are; 
1) Ecology: fauna, flora, and geographical features, 
2) Material culture: clothes, food, houses/city, transports, and traditional weapons, 
3) Social culture: work, leisure, names and terms of address, and kinship. 
4) Social Organization: social organization, social administration, religion, artistic things and craft, 
5) Habits and gesture. With these in mind, the translator might consider those categories in their source text.

Dalam bahasa Indonesia

Newmark (1988: 95) mengelompokkan unsur-unsur budaya menjadi 5 kategori, yaitu:

1. Ekologi

Budaya ekologi ini mencakup keadaan geografis, misalnya: flora, fauna, lembah, bukit, dan lain-lain. Setiap negara memiliki istilah berbeda-beda dalam menamai suatu medan geografi. 

2. Budaya materi

Budaya materi meliputi: makanan, pakaian, rumah, dan kendaraan. Untuk kategori makanan,  misalnya: soto (Indonesia), dan lain-lain. Pakaian, misalnya: kebaya (Indonesia), dan sebagainya. Rumah, misalnya: gazebo, bungalow, dan sebagainya. Dan pada kendaraan, misalnya: dokar, becak, dan lain-lain.

3. Budaya sosial

Kebudayaan sosial menyangkut pekerjaan, permainan, hiburan, istilah kekerabatan, olah raga dan seni. Misalnya kata sensee yang mempunyai komponen makna berbeda dengan guru. Sensee dalam bahasa Jepang dapat bermakna guru, dokter atau orang yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu)

4. Organisasi, adat istiadat, aktivitas, prosedur, konsep

Misalnya dalam penamaan posisi dalam pemerintahan, nama organisasi, maupun prosedur suatu organisasi. Misalnya: RT/RW hanya ada dalam konsep budaya Indonesia.

5. Bahasa isyarat dan kebiasaan

Di Indonesia dan beberapa negara lain, mengacungkan jempol itu artinya setuju atau tanda untuk memberikan pujian. Tapi, hal itu tidak berlaku di Yunani. Di negara ini, mengacungkan jempol dianggap tidak sopan, karena mengartikan sebuah hinaan.


Newmark, P. (1988).  A textbook of translation. Hertfordshire: Prentice hall. 
1.      Fuadi, C. (2016). Foregignization and Domestication strategies in cultural term translation of tourism brochures. Jefl = http://dx.doi.org/10.23971/jefl.v6i2.434
Apa Hubungan antara Bahasa dan Budaya?

Pertama, kita ambil definisi budaya dari Mahmoud, yang menyatakan bahwa "Culture is a broad concept with many implications. It may refer to our way of life as it includes beliefs, concepts, principles, behavior patterns, habits, and everything we learn to do." Budaya juga mencakup segala hal yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat seperti kepercayaan, konsep, prinsip – prinsip, pola tingkah laku, kebiasaan, dan segala hal yang dipelajari (Mahmoud, 2015: 66).

Salah seorang pakar penerjemahan, newmark (1995) menyatakan bahwa Budaya adalah sebuah cara hidup dan manisfestasinya yang khas dari masyarakat tertentu yang menggunakan bahasa tertentu sebagai alat untuk berekspresi. Kata Kunci; bahasa sebagai sarana berekspresi.

Pakar ternama dari Indonesia, Koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan itu hanya dimiliki manusia dan tumbuh bersama dengan berkembangnya masyarakat manusia. Isi kebudayaan itu terdiri atas tujuh unsur yang bersifat universal. Artinya ketujuh unsur itu terdapat dalam setiap masyarakat manusia yang ada di dunia ini.

Ketujuh unsur tersebut yaitu bahasa, sistem teknologi, sistem mata pencaharian hidup atau ekonomi, organisasi sosial, sistem pengetahuan, sistem religi dan kesenian. Menurut Koentjaraningrat (1992), bahasa merupakan bagian dari kebudayaan,

Singkatnya, bahasa merupakan bagian dari kebudayaan.

Montasser Mohamed AbdelWahab Mahmoud. (2015). Culture and English Language Teaching in the Arab World. ADULT LEARNING, 26 (2): 66 – 72
Koentraraningrat. (2002). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Newmark, P. (1981). Approaches to Translation. Oxford: Pergamon Press.