Wednesday, 28 November 2018

Penerjemahan berdasarkan tujuan

Dari segi tujuan, kegiatan penerjemahan oleh Brislin (1976:3-4) dan juga diterangkan Choliludin (2007:26-29) mengkategorikan terjemahan menjadi empat jenis. 
Yakni, Terjemahan pragmatis, terjemahan estetis-puitis, terjemahan etnografis, dan terjemahan linguistik.


Berikut keempat jenis-jenis terjemahan;

(1) Terjemahan pragmatis, yaitu terjemahan yang mengacu pada pesan yang akurasi informasi bahasa sumbernya harus tepat. Jadi, pesan dalam teks bahasa sumber (tulisan yang akan diterjemah) harus dijelaskan dengan sejelas-jelasnya.
 Dalam kegiatan penerjemahan ini mementingkan ketepatan atau akurasi informasi.

"It refers to the translation of the message with an interest in accuracy of the information that was meant to be conveyed in the source language form and it is not concerned with other aspects of the original language version. The clearest example of pragmatic translation is the translation of the information about repairing a machine."

 (2) Terjemahan estesis-puitis, yaitu terjemahan yang mengutamakan dampak afektif, emosi, dan nilai rasa dari satu versi bahasa yang orisinal. Contoh terjemahan ini seperti terjemahan sonnet, puisi, drama, novel dan karya sastra lainnya.

"This refers to translation in which the translator takes into account the affect, emotion, and feeling of an original agate version, the aesthetic form used by the original author, as well as any information in the message. The examples of this type are the translation of sonnet, rhyme, heroic couplet, dramatic dialogue, and novel."

(3) Terjemahan etnografis, yaitu terjemahan yang bertujuan menjelaskan konteks budaya antara hahasa sumber dan bahasa sasaran. Sebagai seorang penerjemah, Anda harus PEKA terhadap cara kata disusun dan ia juga harus tahu bagaimana kata-kata tersebut sesuai dengan sebuah budaya.

"The purpose of ethnographic translation is to explicate the culture context of the source and TL versions. Translators have to be sensitive to the way words are used and must know how the words fit into culture."

dan (4) terjemahan linguistik, yaitu terjemahan yang mementingkan kesetaraan arti dari unsur-unsur morfem dan bentuk gramatikal dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran. contoh: bahasa dalam program komputer dan terjemahan mesin.

"This is concerned with equivalent meanings of the constituent morphemes of the source language and grammatical form, an example is language in a computer program and machine translation".



Referensi:
Choliludin. 2007. The Technique of Making Idiomatic Translation. Jakarta: Kesaint Blanc

0 komentar:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 TukangTerjemahDotCom Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates