Tuesday, 17 July 2018

Strategi-strategi dalam subtitling


              Haryanto  dalam Hastuti (2011)  memaparkan  11  strategi yang dapat digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan subtitle film. Strategi-strategi tersebut adalah sebagai berikut:

a.    Penambahan (expansion), yakni penambahan   mengandung maksud   penambahan keterangan   di  terjemahannya, misalnya kalimat “That’s in the dead-duck day”  diterjemahkan menjadi “Itu terjadi di bebek mati (hari itu seekor bebek mati kena lemparan rotiku)”.

b.    Parafrase (paraphrase), yakni pada  strategi  ini,  penerjemah    menerangkan    bagian  dari  kalimat sesuai dengan pengertiannya sendiri. Misalnya, Turn back no longer di terjemahkan menjadi “Jangan lagi melihat masa lalu”.

c.    Transfer (transfer), yakni  penerjemahan harfiah, apa adanya, tidak ada keterangan tambahan,  tidak ada  pengubahan  sudut  pandang,  dan  tidak  ada    penafsiran  yang  berani. Misalnya, “Turn back no longer” diterjemahkan menjadi “Jangan lagi melihat-melihat ke belakang”.

d.   Imitasi (imitation) , yakni suatu  strategi  di mana  penerjemah menulis  ulang    kata  dalam  naskah  asli  apa adanya, biasanya untuk nama orang atau nama tempat. 

Baca juga:

e.    Transkripsi (transcription), yakni menulis  ulang    penggunaan  tertentu  untuk memenuhi fungsi  tekstual  akan  bagaimana  bahasa    tersebut  digunakan.  Sebagai  contoh,    cara pengucapan sebuah kalimat di dalam naskah asli  dapat dicerminkan di dalam subtitling.

f.     Pemampatan (condensation), yakni naskah asli diringkas untuk menghilangkan ucapan-ucapan  yang  menurut  subtitler tidak  begitu  penting.  Namun  demikian, pemampatan terjemahan bisa membuat  hilang efek pragmatik padahal maksud asli naskah atau tokoh harus tersampaikan.

g.    Desimasi (desimation), yakni  pemampatan  yang  ekstrem.  Biasanya  dilakukan  untuk  menerjemahkan tokoh yang sedang bertengkar  hebat dengan kata-kata yang cepat.

h.    Penghapusan (deletion), yakni  sebagian naskah asli  dihapus dari terjemahannya  karena  dipercaya bahwa bagian  itu  hanya tambahan yang tidak perlu.  Perbedaan  pemampatan  dan  penghapusan adalah dalam pemampatan, tidak ada bagian yang dihilangkan, hanya  dimampatkan sedangkan dalam penghapusan ada bagian yang di potong.

i.      Penjinakan (taming), yakni digunakan untuk menerjemahkan  kata-kata yang kasar sehingga menjadi kata-kata yang bisa diterima oleh pemirsa.

j.      Angkat tangan (resignation). Resignation dilakukan ketika tidak ditemukan solusi    penerjemahannya  dan makna  pun ikut hilang atau dengan kata lain ‘tidak diterjemahkan’.


Referensi

Hastuti, Endang Dwi,  Nunun Tri Widarwati, Giyatmi, dan Ratih  Wijayava, 2011, Analisis Terjemahan Film  Inggris - Indonesia:   Studi Kasus Terjemahan Film “Romeo And Juliet” (Kajian Tentang Strategi Penerjemahan), Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, LPPM Univet Bantara Sukoharjo, 57-66.

0 komentar:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 TukangTerjemahDotCom Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates