Tuesday, 17 July 2018

Pengertian Subtitle, Subtitling, dan Dubbing

Perkembangan industri film pendek semakin berkembang cepat. Sejumlah produsen film memproduksi film pendek dan mengunggahnya ke youtube dan media sosial lainnya. Film-film tersebut disajikan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Bahasa Indonesia digunakan oleh para tokoh dalam berdialog dan selanjutnya sebagai bahasa sumber (Bsu), sedangkan bahasa Inggris digunakan sebagai subtitle dan selanjutnya digunakan sebagai bahasa sasaran (Bsa). Dengan demikian, pononton dapat menonton dalam dua bahasa.

Ada dua jenis terjemahan film yakni dubbing dan subtitling (Boordwell  &  Thompson  dalam Hastuti, 2011: 58). Kedua jenis penerjemahan  ini  mempunyai  perbedaan  yang  cukup  signifikan. Boordwell  &  Thompson  dalam Hastuti (2011:58) mengatakan  bahwa dubbing  atau sulih suara adalah suatu proses menggantikan suara dalam  suatu  ‘soundtract’ untuk  membetulkan  kesalahan-kesalahan  yang  ada  dan  merekam kembali dialog tersebut. Sedangkan Gambier dalam Hastuti (2011:58) menyatakan bahwa subtitling adalah terjemahan dialog film yang di tuliskan di  bagian  bawah  pada  film  tersebut.  Seperti  halnya  sulih  suara,  tujuan ‘subtitling’ adalah membantu  pemirsa  untuk  menikmati  sebuah  film,  apakah  itu  film  dokumenter  atau  cerita, drama, aksi, dan lain-lain.

Teguh (2014) mendefiniskan screen Translation (read more) atau biasanya disebut dengan subtitling, yakni penerjemahan ini mengolah data input berupa bahasa lisan yang diucapkan oleh tokoh dalam sebuah film drama, atau bentuk penyajian yang lain yang menjadi output berupa tulisan dan kemudian muncul dalam layar monitor. 

Dalam suatu subtitling, penerjemah berhadapan dengan suatu fenomena unik yakni  teks sumber adalah sebuah  teks  lisan yang didukung oleh setting tempat, ilustrasi musik, mimik  tokoh  dan  sebagainya  dan  ia  harus menerjemahkan  teks  lisan  tersebut menjadi teks tulis. Dalam penerjemahan, makna  suatu “teks” akan dipengaruhi oleh kontek situasi, sedangkan kontek situasi akan dipengaruhi oleh  kontek budaya. 

Menerjemahkan (read more about definition of translation) film, kontek situasi dan pemahaman lintas budaya  merupakan bekal utama yang harus dimiliki oleh  penerjemah  dalam  melakukan  pekerjaanya  sehingga  ia  akan  mampu  memilih  strategi penerjemahan yang tepat. Hal ini senada dengan Newmark (1988) menyatakan bahwa teks yang diproduksi itu selalu melibatkan individu, budaya, dan univeral sebagai ciri bahasa, sehingga penerjemah dalam menerjemahkan harus memahami dan memiliki latar belakang mengenai Bahasa sasaran dan bahasa sumber.

Dalam proses penerjemahan perlu dilakukan penyesuaian dalam menentukan strategi, metode penerjemahan, dan sasaran penerjemahan. Tanjung (2015) menyebutkan bahwa teknik dalam penerjemahan terdiri atas adaptasi, ekuivalensi, transposisi, dan modulasi (read more about strategi penerjemahan). Kemudian Halliday dalam Newmark (1991) menyatakan tiga tahap yang berkaitan dengan penerjemahan, yaitu sebagai berikut: 
  1. Kesetaraan atau kesepadanan tiap-tiap bagian yang ada dalam teks sumber dan teks sasaran, 
  2. Peninjauan kembali baik dalam maupun di luar lingkup linguistik untuk mempertimbangkan situasi atau kondisi teks sumber dan teks sasaran, 
  3. Peninjauan kembali dalam segi atau fitur-fitur gramatikal dan leksikal pada teks sasaran


Referensi:

Hastuti, Endang Dwi,  Nunun Tri Widarwati, Giyatmi, dan Ratih  Wijayava, 2011, Analisis Terjemahan Film  Inggris - Indonesia:   Studi Kasus Terjemahan Film “Romeo And Juliet” (Kajian Tentang Strategi Penerjemahan), Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, LPPM Univet Bantara Sukoharjo, 57-66.

Teguh. (2014). Bentuk Equivalence and Translation Shift dalam Subtitle Drama Korea Daejangeum 鲵녚鞽 (Jewel in the Palace). Tesis, tidak dipublikasikan. Universitas Negeri Yogyakarta

Tanjung, Sufriati,. (2015). Penilaian Penerjemahan Jerman – Indonesia. Yogyakarta : Kanwa Publisher

Newmark, P,. (1988).  A Textbook of Translation. Hertfordshire: Prentice hall.





0 komentar:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 TukangTerjemahDotCom Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates