Tuesday, 17 July 2018

Kesulitan-kesulitan dalam subtitling

Dalam penerjemahan subtitle, ada beberapa kesulitan yang mungkin dihadapi oleh penerjemah. Hastuti (2011) mengungkapkan kesulitan penerjemahan subtitle yakni dari segi bahasa dan budaya, makna pragmatic, dan segi media.

Dari segi bahasa dan budaya,   kesulitan yang mungkin dihadapi adalah dalam hal acuan kultural,  idiom, permainan kata,    sindiran  humor  dan  makna  pragmatik.  Kesulitan  dalam  acuan  budaya  yang  mungkin timbul  adalah   kadang penerjemah  tidak  tahu   kebiasaan budaya dari bahasa  sumber.   Begitu pula dengan kesulitan    idiom dan permainan kata. Sering kali  idiom sulit untuk diterjemahkan dan kadang penerjemah sulit mencari padanan dalam permainan kata-kata tertentu. Selanjutnya sindiran  humor  dan    makna  pragmatik  juga  menjadi  kesulitan  tersendiri  bagi  penerjemah. Terkadang  sindiran humor yang halus  sering  luput dari mata  awas penerjemah. Atau, kadang sulit  sekali    mencari  terjemahannya  karena  sindiran  humor  tersebut  terkait  dengan  budaya bahasa sumber.
Sementara dalam hal makna pragmatik, penerjemah sering menjumpai kesulitan  mencari terjemahan yang dapat   menggambarkan   hubungan antara dua tokoh, terutama tokoh-tokoh yang memakai dialek tertentu. Dari  segi media,    ada  dua  hal  yang menyulitkan  dalam  subtitling  yakni    pembatasan waktu  dan  tempat  (layout).  Ada  beberapa  ketentuan  dalam  tentang  tata  letak  penempatan subtitling, yakni: posisi layar harus di bagian bawah,  jumlah baris maksimal dua baris, jumlah karakter  perbaris    kurang  dari  35  karakter,    jenis  font  dan  distribusi  tanpa  sherif  (biasanya Helvetica  atau Arial)  dengan  distribusi  prorsional, warna  dan  latar  belakang  font  harus  putih pucat/transparan, dan menurut standar Eropa posisi teks ada ditengah dan untuk dialog rata kiri, dimulai dengan dash.

Baca juga:


Selanjutnya  penerjemah subtitling  juga dihadapkan dengan kesulitan  ketentuan waktu pemunculan  subtitling.  Ada  beberapa  ketentuan  waktu  kemunculan  subtitling,  yakni:  durasi untuk dua garis penuh adalah 3 – 6 detik,   durasi satu baris tunggal (7 – 8 kata) adalah kurang dari 3,5 detik, durasi subtitling satu kata tunggal adalah 1,5 detik,  waktu muncul setelah ujaran tokoh adalah 0,25 detik,   waktu menghilang setelah ujaran tokoh adalah 2 detik,   waktu antara dua  subtitling  berturutan  adalah  0,25  detik,  dan  subtitling  harus  menghilang  sebelum  ‘cut’ karena ‘cut’ menunjukkan perubahan tematik.

Referensi

Hastuti, Endang Dwi,  Nunun Tri Widarwati, Giyatmi, dan Ratih  Wijayava, 2011, Analisis Terjemahan Film  Inggris - Indonesia:   Studi Kasus Terjemahan Film “Romeo And Juliet” (Kajian Tentang Strategi Penerjemahan), Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, LPPM Univet Bantara Sukoharjo, 57-66




0 komentar:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 TukangTerjemahDotCom Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates