Friday, 2 December 2016

Kedudukan Analisis Wacana Dalam Berbagai Disiplin Ilmu, Peran/Fungsi Berbagai Disiplin Ilmu Terhadap Kajian Wacana, dan Ancangan Dalam Kajian Wacana

Wacana merupakan kata, frasa, atau kalimat dengan syarat ada topik dan pelengkap topik meliputi konteks situasi, koheren kohesi, konteks dan bersifat interaksional dari penulis dengan khayalak ramai. Sedangkan analisis wacana merupakan disiplin ilmu yang berusaha menganalisis kebahasaan dalam pemakaian bahasa dalam bahasa tulis maupun bahasa lisan. Objek kajian atau penelitian analisis wacana adalah unit bahasa di atas kalimat atau ujaran yang memiliki kesatuan dan konteks. Lalu bagaimana kemudian kedudukan analisis wacana dalam berbagai disiplin ilmu, peran/fungsi berbagai disiplin ilmu terhadap kajian wacana, dan ancangan dalam kajian wacana. Berikut ringkasan materi mengenai hal tersebut;
1.             Kedudukan Analisis Wacana Dalam Berbagai Disiplin Ilmu
Analisis wacana terus berkembang sehingga mampu digunakan untuk menganalisis dalam bidang-bidang ilmu lain, seperti bidang hukum, sejarah, komunikasi massa, politik, sosial, budaya dan bahkan psikologi dan lain-lain. Kontribusi yang telah diberikan oleh disiplin ilmu lain telah memperkaya kajian analisis wacana.
a.       Analisis wacana dan Fonologi
Abdul Chaer (2007:102) menjelaskan bahwa fonologi adalah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa. Dalam mengkaji wacana, teori tentang bunyi-bunyi bahasa sangat diperlukan sebab Fonologi merupakan dasar dari ilmu bahasa lainnya.
b.      Analisis wacana dan Linguistik
Hubungan antara linguistik dan analisis wacana terletak pada objek kajiannya. Objek kajian dalam wacana adalah bahasa itu sendiri.
c.       Analisis wacana dan Morfologi
Wijana (2007:1) menjelaskan bahwa morfologi adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk morfem dan penggabungannya untuk membentuk satuan lingual yang disebut kata polimorfemik. Dalam mengkaji wacana, teori tentang pembentukan kata sangat dibutuhkan sebab Wacana yang berbentuk naskah itu terbentuk dari susunan kata demi kata yang memiliki makna.
d.      Analisis Wacana dengan Sintaksis
sintaksis adalah cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk wacana, kalimat, klausa, dan frasa. Sintaksis yang mempelajari seluk beluk pembentukan kalimat sangat berhubungan dengan Wacana karena Dalam mengkaji wacana, teori tentang pembentukan kalimat sangat dibutuhkan. Sebuah Wacana dapat dikatakan baik apabila hubungan antara kalimat-kalimatnya kohesi dan koheren.
e.       Analisis Wacana dengan Sosiolinguistik
Hubungan antara sosiolinguistik dengan wacana adalah baik wacana maupun sosiolinguistik sama-sama menitiberatkan bahasa dalam sebuah konteks di dalam masyarakat.
f.       Analisis Wacana dengan Semantik
Semantik adalah telaah mengenai makna. Hubungannya dengan Wacana adalah baik Semantik maupun Wacana sama-sama mengkaji makna bahasa sebagai objek kajiannya
g.      Analisis Wacana dengan Ilmu Budaya
Wacana berkembang dalam konteks budaya. Setiap kelompok masyarakat memiliki budaya masing-masing, sehingga kajian wacana harus disesuaikan dengan kebudayaan dari pembuat wacana.
h.      Analisis Wacana dengan Politik
Wacana dipercayai sebagai piranti-piranti yang digunakan lembaga-lembaga untuk mempraktekkan kuasa-kuasa mereka melalui proses-proses pendefinisian, pengisolasian, pembenaran.
i.        Analisis Wacana dengan Pragmatik
Pernyataan adalah tindakan penciptaan makna. Analisis wacana dalam perspektif ini berusaha membongkar dan mengungkap maksud-maksud tersembunyi yang ada di balik ujaran-ujaran yang diproduksi.
j.        Analisi Wacana dengan Filologi
Filologi adalah bahasa, kebudayaan, dan sejarah bangsa yang terekam dalam bahan tertulis seperti peninggalan naskah kuno linguistik, sejarah dan kebudayaan. Filologi dan wacana sama-sama mengkaji bahasa dalam bentuk teks atau naskah.
k.      Analisi Wacana dengan Hukum
Wacana mampu membangun ideologi dan persuasi, yang kemudian dapat berkembang menjadi tata aturan yang disepakati dan dijalankan bersama-sama. 
l.        Analisi Wacana dengan Sejarah
Bahasa berkembang sejalan dengan peradaban dan waktu. Oleh sebab itu analisis wacana harus mempertimbangkan faktor historis agar konteks yang diperoleh jelas dan sesuai.
m.    Analisis Wacana dengan Semiotika
Semiotika adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari tentang makna bahasa yang ditimbulkan dari tanda-tanda bahasa. Hubungannya dengan wacana adalah, baik wacana maupun semiotika sama-sama mengkaji tentang makna bahasa.
n.      Analisis Wacana dengan Psikolinguistik
Hubungannya dengan wacana adalah dalam penyusunan wacana, topik atau tema yang diangkat ataupun ujaran-ujaran yang dihasilkan berdasarkan kondisi psikis manusia.
o.      Analisis Wacana dengan Literatur (Kesastraan)
Sastra sebagai salah satu bentuk kreasi seni, menggunakan bahasa sebagai pemaparannya. Wacana dalam sastra tak hanya dikaji sebagai sebuah unsur bentuk bahasa, melainkan bahasa yang memiliki nilai estetika.
2.             Peran / Fungsi Berbagai Disiplin Ilmu Terhadap Kajian Wacana
Wacana memiliki kedudukan yang tertinggi dalam hierarki kebahasaan, hal ini di perkuat dengan pendapat tarigan (1987: 27) yang mengemukakan bahwa wacana adalah satuan bahasa yang paling lengkap, lebih tinggi dari klausa dan kalimat, memiliki kohesi dan koherensi yang baik, mempunyai awal dan akhir yang jelas, berkesinambungan, dan dapat disampaikan secara lisan atau tertulis.
Wacana utuh biasanya berupa novel, buku, paragraph, dll. Kehadiran analisis wacana sebagai disiplin ilmu tidak terlepas dari kontribusi disiplin ilmu lainnya. Schmitt (2002: 59-60), misalnya, mengemukakan bahwa kajian-kajian dalam analisis wacana mendapat konstribusi besar dari bidang ilmu lain seperti sosiologi yang telah melahirkan kajian analisis percakapan, dan filsafat yang telah memberikan kontribusi pada kemunculan teori tindak ujar dan pragmatik.
3.             Ancangan Dalam Kajian Wacana
Ada enam ancangan dalam kajian wacana, yakni ;
a.              Kajian Pragmatik
Kajian pragmatik adalah sebuah ancangan yang menguraikan tiga konsep (makna, konteks, komunikasi) yang sangat luas dan rumit. Sehingga, ancangan dalam kajian wacana mencakup dalam hal makna, konteks dan komunikasi.
b.             Kajian Teori Etnografi Komunikasi
Ancangan kajian etnografi terhadap wacana diperlukan untuk menemukan dan menganalisis struktur-struktur dan fungsi-fungsi dari komunikasi yang mengatur penggunaan bahasa dalam situasi tutur, peristiwa tutur, dan tindak tutur.


c.              Kajian Analisis Variasi
Ancangan wacana variasi berfokus pada pembatasan-pembatasan sosial dan linguistik pada varian ekuivalen secara semantik, ancangan tersebut juga diperluas ke arah teks.
d.             Kajian Tindak Tutur
Tindak tutur merupakan dasar bagi analisis topik-topik pragmatik lain seperti praanggapan, perikutan, implikatur percakapan, prinsip kerja sama, dan prinsip kesantunan.  Tindak tutur dirumuskan menjadi tiga peristiwa; Tindak tutur lokusi, Tindak tutur ilokusi dan Tindak tutur perlokusi.
e.              Kajian Sosiolinguistik Interaksional
Objek kajian wacana dalam pendekatan ini adalah aspek sosiolinguistik dalam sebuah wacana. Sosiolingustik interaksional digambarkan pada percakapan yang terjadi secara alami di antara teman. Akhirnya, sosiolinguistik interaksional memberikan perlakuan yang besar ciri-ciri transkripsi penutur yang mungkin menyimpan isyarat kontekstual.
f.              Kajian Analisis Percakapan.
Analisis percakapan merupakan sebuah ancangan wacana yang menekankan konteks, relevansi konteks, berdasarkan teks.

Daftar Pustaka

Chaer, Abdul. 2007. Linguistk Umum. Jakarta : Rineka Cipta
Schmitt, Norbert. 2002. An Introduction to Applied Linguistics. London: Arnold
Tarigan, H. G. 1987. Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa.

Wijana, I Dewa Putu. 2010. Analisis Wacana Pragmatik: Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Yuma Pustaka  

0 komentar:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 TukangTerjemahDotCom Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates