Friday, 6 January 2017

Bentuk dan Fungsi Wacana dalam Linguistik dan Terapan model kajian wacana berdasar aspek linguistik

1.  Bentuk dan Fungsi Wacana dalam Linguistik
Kajian wacana membahas mengenai penggunaan bahasa yang tidak dapat dipisahkan dari linguistik. Bentuk wacana dalam linguistik yakni berupa bahasa lisan dan tertulis. Wacana dapat berupa kata maupun frasa.
Fungsi Bahasa yakni :
·         Alat komunikasi
·         Penyampai pesan
·         Ekspresi
·         Komunikasi
·         Interaksi sosial

Fungsi bahasa dalam pandangan Brown dibagi menjadi dua yakni transaksional dan interaksional. Fungsi Transaksional berhubungan Content/isi, sedangkan Fungsi Interaksional berhubungan dengan Hubungan sosial.

 2.      Terapan model kajian wacana berdasar aspek linguistik
Faharani (2013) mengungkapkan bahwa wacana merupakan suatu disiplin ilmu yang mengkaji mengenai hubungan bahasa dan konteksnya dengan dihubungkan dengan disiplin ilmu lainya.  Dalam hubunganya dengan linguistik, wacana dapat berhubungan dengan bidang ilmu ;
a.       “Wacana” dengan “Fonologi” (bunyi-bunyi bahasa)
b.      “Wacana” dengan “Morfologi” (seluk-beluk morfem dan penggabungannya untuk membentuk satuan lingual/asal kata)
c.       “Wacana” dengan “Sintaksis” (membicarakan seluk-beluk wacana, kalimat, klausa, dan frasa)
d.      “Wacana” dengan “Semantik” (telaah mengenai makna)
e.       “Wacana” dengan “Pragmatik” (hubungan antara bahasa dan konteks)
f.       “Wacana” dengan “Filologi” (mengkaji bahasa dalam bentuk teks atau naskah)
g.      “Wacana” dengan “Semiotika” (mengkaji tentang makna bahasa yang ditimbulkan dari tanda-tanda bahasa)
h.      Wacana dengan Psikolinguistik (mengenai bagaimana penggunaan bahasa dan perolehan bahasa oleh manusia)

Contoh dari kedua penjelasan diatas, point 1 dan dua. Dimedia sosial, dikenal dengan istilah meme. Meme bisanya berupa gambar yang terdapat tulisan. Apakah meme tersebut bisa dikategorikan sebagai wacana? Kemudian bagaimana terapanya?.

Pertama, meme hanya berupa gambar namun terdapat tulisan. Tulisan tersebut biasanya berupa tulisan berbentuk komedi satir. Hal ini sesuai dengan fungsi bahasa yakni sebagai alat komunikasi maupun penyampai pesan. Hal tersebut dikarenkan gambar didukung oleh teks tulis. Jika hanya gambar saja, maka belum termasuk dalam wacana.
Kemudian, bagaimana cara mengkajinya. Dari point 2, ada 8 point tentang hubungan wacana dengan linguistik. Misalnya saja digunakan wacana dan pramatik. Prakmatik disini membahas penggunaan bahasa berdasar konteks, sehingga dalam kajianya, wacana dapat dikaitkan dengan kontek yang ada dan menimbulkan konteks. Dalam meme tersebut tercetak jelas berhubungan dengan pilkada DKI Jakarta dan salah satu pasangan calon.

Referensi :
Chaer, Abd. Psikolinguistik Kajian Teoritis. 2003. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. Linguistik Umum. 2007. Jakarta: Rineka Cipta.
Brown, Gillian and George Yule. 1996. Analisis Wacana. Cambridge: Cambridge University Press

Farahani, Mehrdad Vasheghani. (2013). The Role of Discourse Analysis in Translation. International Journal of Applied Linguistics & English Literature. 2 (1) : 112-116.

0 komentar:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 TukangTerjemahDotCom Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates