Friday, 9 December 2016

Wacana dan Ideologi, dan Ancangan dalam Kajian Wacana

1. Ideologi dan Wacana
Ideologi secara Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunya arti 1) kumpulan konsep bersistem yg dijadikan asas pendapat (kejadian) yg memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup, 2) cara berpikir seseorang atau suatu golongan, 3) paham, teori, dan tujuan yg merupakan satu program sosial politik. Dalam hubunganya dengan wacana, Foucault berpendapat bahwa wacana merupakan sarana untuk menyampaikan suatu ideologi (dalam baker, 2004: 82). Tujuan dari analisis wacana adalah mencari makna atau pesan tersembunyi dari pengirim pesan kepada penerima pesan, sehingga kaitanya dengan ideologi adalah mengungkap ideologi yang ada pada teks.
Analisis wacana kritis dapat digunakan dalam menganalisis wacana dan ideologi pada tingkat banyak wacana yakni;
a. Arti (makna)..
b. Struktur proposisional, yang meliputi : aktor, modalitas, Bukti, perlindungan dan ketidakjelasan nilai, topik baik dalam mendefinisikan teks rasis maupun anti-rasis.
c. Struktur Formal, yakni  yang mendasari  suatu wacana dan dapat mempengaruhi struktur formal teks dan pembicaraan, misal bentuk klausa atau kalimat, bentuk argumen, urutan sebuah berita, ukuran informasi utama dan seterusnya.
d. Struktur kalimat. Dengan menggunakan kalimat yang berbeda bentuk, urutan kata-kata memiliki implikasi ideologis.
e. Bentuk wacana.
f. Argumentasi.  
g. Retorika, digambarkan dalam hal gaya bahasa seperti aliterasi, metafora, simile, ironi, litotes dan eufemisme. 
h. Aksi dan interaksi.  Wacana yang diucapkan dalam situasi tertentu mungkin menyelesaikan tindak tutur dari pernyataan, tuduhan janji pertanyaan, atau ancaman.

2. Ancangan dalam Kajian Wacana
Ada enam ancangan dalam kajian wacana, yakni ;
a. Kajian Tindak Tutur
Tindak tutur merupakan dasar bagi analisis topik-topik pragmatik lain seperti praanggapan, perikutan, implikatur percakapan, prinsip kerja sama, dan prinsip kesantunan.  Tindak tutur dirumuskan menjadi tiga peristiwa; Tindak tutur lokusi, Tindak tutur ilokusi dan Tindak tutur perlokusi.
b. Kajian Pragmatik
Kajian pragmatik adalah sebuah ancangan yang menguraikan tiga konsep (makna, konteks, komunikasi) yang sangat luas dan rumit. Sehingga, ancangan dalam kajian wacana mencakup dalam hal makna, konteks dan komunikasi.
c. Kajian Teori Etnografi Komunikasi
Ancangan kajian etnografi terhadap wacana diperlukan untuk menemukan dan menganalisis struktur-struktur dan fungsi-fungsi dari komunikasi yang mengatur penggunaan bahasa dalam situasi tutur, peristiwa tutur, dan tindak tutur.
d. Kajian Analisis Variasi
Ancangan wacana variasi berfokus pada pembatasan-pembatasan sosial dan linguistik pada varian ekuivalen secara semantik, ancangan tersebut juga diperluas ke arah teks. 
e. Kajian Sosiolinguistik Interaksional
Objek kajian wacana dalam pendekatan ini adalah aspek sosiolinguistik dalam sebuah wacana. Sosiolingustik interaksional digambarkan pada percakapan yang terjadi secara alami di antara teman. Akhirnya, sosiolinguistik interaksional memberikan perlakuan yang besar ciri-ciri transkripsi penutur yang mungkin menyimpan isyarat kontekstual. 
f. Kajian Analisis Percakapan.
Analisis percakapan merupakan sebuah ancangan wacana yang menekankan konteks, relevansi konteks, berdasarkan teks. 

Sehingga, kajian wacana dalam menggali ideologi yang terkandung dalam teks harus memperhatinkan banyak hal dan bisa menggunakan ancangan kajian wacana.

Lalu bagaimana hubungan antara wacana dalam teks berita dengan ideologi? Dalam media massa terdapat ideologi dari pemilik media massa tersebut, mulai dari kegiatan produksi (redaksi), iklan hingga ke distribusi. Media massa menjadi media komunikasi politik, kekuasaan dan harus konsisten dan setia dengan pemilik media massa. Dalam setiap pemberitaan, ada pemenuhan kepentingan-kepentingan didalamnya. Saya pernah menjadi seorang wartawan di Koran dibawah jaringan JPNN dan sekarang menjadi penulis di media online situs pemerintah. Hal ini terasa sekali gaya maupun konten tulisan.
Dalam kasus ini saya ingin sedikit membahas mengenai pemberitaan media online tentang pernyataan kontroversial tokoh politik “ahok” di beberapa media online. Misal detik.com mengangkat judul berita “Soal Surat Al Maidah 51, Ahok Juga Dipolisikan Angkatan Muda Muhammadiyah” sedangkan dalam kompas.com mengangkat judul “Ahok Bantah Menghina Kitab Suci”. 
Dari dua contoh diatas, perbedaan pandangan antara satu media online menjadi menarik untuk dilihat. Detik.com melihat dari sisi korban atau pihak yang kontra. Disisi lain, kompas.com mengangkat dari sudut pandang pelaku atau yang menjadi sorotan publik.
Hal itu terjadi karna ada kepentingan dari ideologi dari media itu sendiri. Dalam analisis wacana yang perlu dilihat dari berbagai hal yakni wartawan, media dan kepentingan yang ada didalamnya. Jika pemberitaan dilihat dari sudut pandang, akan menghasilkan berbagai pandangan. Karna masing-masing media membingkai berita yang sama dengan bingkai yang berbeda sesuai dengan idealism / ideologi media tersebut.  

0 komentar:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 TukangTerjemahDotCom Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates