Wednesday, 6 September 2017

Cara penulisan di dan ke digabung atau dipisah dalam kata?

Cara penulisan "di" maupun "ke" dalam sebuah kata seringkali menjadi masalah dan perdebatan. Bagaimanakah cara yg tepat dalam menulis "di" atau "ke" dalam sebuah kata, apakah disambung atau dipisah.?

Berikut tips n triknya;

1. Awalan "di" , ditulis serangkai jika membentuk verba pasif (kata kerja pasif)
Contoh : larang → dilarang
a. dilarang → melarang
b. ditulis → menulis
C. dibalik → membalik
d. dilanggar → melanggar

Ciri : dapat diganti dg "me" karna kata kerja pasif juga mempunyai pasangan verba aktif

2. Sedang, dipisah jika awalan "di" membentuk atau penunjuk kata tempat.
Contoh : di Yogyakarta.
a. di sana → ke sana
b. di mana → ke mana
c. di balik → ke balik
d. di langgar → ke langgar

Ciri : dapat diganti dg "ke" atau "dari" yg menunjuk kata tempat.

Catatan : perhatikan cth c & d pada point 1 &2.
"Membalik" berarti berputar arah sedangkan "ke balik" berarti sisi belakang.
Kata "dilanggar" atau "melanggar" berarti menyalahi, sedangkan "di langgar" atau "ke langgar" dimaknai sebagai surau atau tempat ibadah.

In short: jika membentuk kata kerja maka penggunaan "di" dan "ke" dalam kata harus disambung, sedangkan jika membentuk atau menunjuk kata tempat maka penggunaan "di" atau "ke" harus dipisah.


0 komentar:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 TukangTerjemahDotCom Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates