Sunday, 29 January 2017

Penerapan Kohesi dan Koherensi dalam Kajian Wacana

Dalam membahas mengenai wacana, setidaknya ada 7 syarat yang harus dipenuhi sebuah teks, baik berbentuk lisan maupun tulisan. 7 syarat tersebut yakni ; kohesi, koherensi, bertujuan, dapat diterima, memuat informasi, ada konteks situasi yang menyertai, dan berkaitan dengan teks lain. dalam hal ini, kohesi dan koherensi merupakan syarat agar suatu teks disebut sebuah wacana.

Dalam persentasi minggu lalu, penyaji memberikan sebuah contoh teks yang berjudul Kesehatan Reproduksi. Teks tersebut berasal dari Dinas Kesehatan Kota Madiun. (2014) yang berjudul Kesehatan Reproduksi dan Seksual Bagi Calon Pengantin. Teks sebagai berikut;

Kesehatan Reproduksi
Suami dan istri haruslah memiliki kesehatan lahir dan batin yang baik. Salah satu indikasi bahwa calon pengantin yang sehat adalah bahwa kesehatan reproduksinya berada pada kondisi yang baik.
Kesehatan reproduksi adalah keadaan yang menunjukkan kondisi kesehatan fisik, mental, dan sosial seseorang dihubungkan dengan fungsi dan proses reproduksinya termasuk di dalamnya tidak memiliki penyakit atau kelainan yang mempengaruhi kegiatan reproduksi tersebut.
Dalam kesehatan reproduksi pembagian peran sosial perempuan dan laki-laki mempunyai pengaruh besar terhadap kesehatan perempuan dan laki-laki. Peran sosial laki-laki dan perempuan itu semakin dirasakan dalam kesehatan reproduksi.
Masalah kesehatan reproduksi dapat terjadi sepanjang siklus hidup manusia, misalnya masalah pergaulan bebas pada remaja, kehamilan remaja, aborsi yang tidak aman, kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi. Status/posisi perempuan di masyarakat merupakan penyebab utama masalah kesehatan reproduksi yang dihadapi perempuan karena menyebabkan perempuan kehilangan kendali terhadap kesehatan, tubuh, dan fertilitasnya.

Dari teks tersebut didapat kesimpulan bahwa ditemukan adanya kohesi dan koherensi dalam teks tersebut. Pertama, yaitu kohesi dalam teks didasarkan pada aspek gramatikal diwujudkan melalui referensi dan konjungsi, sedangkan pada kohesi leksikal diwujudkan dalam sinonim dan repetisi. Kedua, penanda koherensi termuat dalam teks tersebut meliputi hubungan akibat, hubungan aditif, dan hubungan eksplikatif.

Selama persentasi, penyaji mendapat banyak sekali kritikan dan saran dari teman-teman. Apakah teks diatas sudah termasuk koheren? Jawabanya yakni teks secara keseluruhan termasuk koheren, namun jika dilihat dari hubungan antar kalimat, teks tersebut tidak koheren karna tidak konsistenya menggunakan istilah. Maksudnya yakni terdapat perubahan istilah dalam teks, yakni dari suami istri, kemudian berubah menjadi calon pengantin dan berubah menjadi laki-laki dan perempuan.

Apakah teks jika koheren bisa tidak kohesi ataupun sebaliknya? Jelas bisa, kana kedua hal tersebut berbeda. Kohesi berhubungan erat dengan keserasian hubungan antar unsur dalam wacana sehingga tercipta pengertian yang koheren, sedangkan koherensi terletak pada ide, gagasan, makna dalam teks/pertalian anta ride, gagasan, makna dalam teks.


Lalu bagaimana pentingnya kohesi dan koherensi dalam suatu teks? Pertama, kohesi dan koherensi merupakan syarat wajib sehingga suatu teks dapat dikatakan sebagai sebuah wacana. Kedua, keterkaitan kohesi dan koherensi dalam teks tersebut tentunya berpengaruh terhadap pemahaman informasi yang disampaikan. Dalam hal ini, seorang penulis hendaknya memperhatikan aspek-aspek yang ada dalam kohesi maupun koherensi. 

0 komentar:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 TukangTerjemahDotCom Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates