Kajian Wacana Istilah Budaya dalam Penerjemahan Brosur Pariwisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah

Choirul Fuadi
Prodi Linguistik Terapan, Universitas Negeri Yogyakarta

Abstrak : Penerjemahan dan budaya merupakan suatu konsep yang saling berkaitan satu sama lain. Seorang penerjemah harus memahami dan memiliki latar belakang mengenai Bahasa sasaran dan bahasa sumber, karna teks selalu melibatkan individu, budaya, dan universal sebagai ciri bahasa. Berkaitan dengan budaya, Newmark membagi kategori budaya kedalam lima kategori yakni kategori ekologi, budaya material, sosial budaya, organisasi/tradisi dan kebiasaan. Artikel ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis wacana dalam konteks sosial dan budaya. Brosur pariwisata Yogyakarta dan Jawa Tengah menjadi objek dalam penelitian ini. Artikel ini bertujuan untuk mengkategorisasi istilah budaya didalam brosur pariwisata kedalam kategori budaya menurut Newmark dan mengetahui prosedur penerjemahan yang dilakukan oleh penerjemah. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa semua kategori budaya menurut Newmark terdapat dalam  brosur pariwisata provinsi Yogyakarta dan jawa Tengah. Untuk prosedur penerjemahan, tujuh diantara dua belas prosedur penerjemahan istilah budaya dari Newmark digunakan oleh penerjemah. Prosedur penerjemahan tersebut adalah penerjemahan literal, kata generik, padanan budaya, modulasi, transferensi, penjelasan tambahan, dan penerjemahan resmi.

Kata Kunci : Kategori Budaya, Penerjemahan, Kajian Wacana, Teknik Penerjemahan, Brosur Pariwisata.

Full article (pdf)


DAFTAR PUSTAKA
Baker,  M.  1992.  In  Other  Words:  A Coursebook  on  Translation. London: Sage Publication.
DIY Sight seeing Guide book and Panduan Destinasi wisata DIY. (2015). Dinas Pariwisata Yogyakarta. Diakses pada 8 Agustus 2016 dari www.visitingjogja.go.id
Farahani, Mehrdad Vasheghani. 2013. The Role of Discourse Analysis in Translation. International Journal of Applied Linguistics & English Literature. 2 (1) : 112-116
Hoed,  B.H.  2006. Penerjemahan  dan Kebudayaan. Jakarta : PT Dunia Pustaka Jaya.
Hornby, A.S., 2008. Oxford learner Pocket Dictionary. (4th ed). New York: Oxford University Press.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2010). KBBI offline versi 1.1. http://ebsoft.web.id.
Newmark, P,. 1988.  A Textbook of Translation. Hertfordshire : Prentice hall.
Nida, E. dan Taber, C. 1969. The Theory and Practice of Translation. Leiden: E.J. Brill 
Purwanti, Sri Erma, and Yan Mujiyanto. (2015). The ideology in the indonesian-to-english translation of cultural terms in toer’s bumi manusia. English Education Journal. 5 (2) : 63-69.
Sudana, M. D. S. Suyasa dan N. P. E. Marsakawati. 2014. Analisis penerjemahan istilah budaya pada novel negeri 5 menara ke dalam bahasa inggris: kajian deskriptif berorientasi teori newmark. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. 3 (2) ; 435 – 445
Tourism attraction 2015 and Pesona Wisata 2015. (2015). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah. Diakses pada 8 Agustus 2016 dari www.central-java-tourism.com

Vinay,  J.P  dan  Dalbernet,  J.  2000. A Methodology for  Translation. Dalam  L. Venuti  (Ed.) The Translation  Studies  Reader (Edisi  ke-2,  hal  128-132). New York: Routledge




artikel ini telah dipersentasikan pada seminar nasional dan dialog kebangsaan dalam rangka bulan bahasa 2016 "bahasa, sastra dan budaya Indonesia sebagai identitas dan integritas bangsa di era globalisasi". Fakultas ilmu budaya, Universitas Hasanuddin.


MT Performance in Translation Literary Text from English into Indonesian: Comparing Two Machine Translation

Choirul Fuadi
Yogyakarta State University
Choirul.fuadi2015@student.uny.ac.id

Anisa Nur’aini
Yogyakarta State University
anisanicha@gmail.com

Riyan Nuari
Yogyakarta State University
riyannuarii@gmail.com

Abstract: Since world war, machine translation has been developed and used in translation of text. By the emergence of technology, machine translation (MT) has shown good improvement toward many researches. Generally, there are two kinds of machine translation, known as free source and commercial machine translation. The using of machine translation as assistance for translation is very helpful for translator. The MT able to translate many genres of text, literary text included. In particular study, it aimed to present the machine translation performance in translation of literary text. Google Translate as free source MT and Memsource as commercial MT were used in this article. The two systems were compared by translation of famous novel, The Al Chemist by Paulo Coelho. The data took randomly though stratified sampling and there were 1330 words length and 84 segments. In the analysis of data, SAE J2450 by SAE was used as guideline of the study. The Indonesian version of The Al Chemist Novel (Sang Al Kemis) was used as the reference translation. The findings, Google Translate has 43 errors and the error weight of Google translate is 7.7 %. Meanwhile Memsource has 61 errors and the error weight of Memsource is 9.8%. Both Memsource and Google, Miscellanous error and Misspelling are by far the most commonly attested error type in the output of translation literary text. The errors of Miscellanous error involved literal translation. The error of misspelling involved the violation the concept of target language. It might be happen because the literary language is ‘special’ kind of language; different to the 'ordinary' language (Eagleton, 2003:4).


Keywords: Machine Translation, Literary Text,


References:

Albanesi, D., A. Bellandi, G. Benotto, G. Di Segni and E. Giovannetti. 2015. When Translation Requires Interpretation: Collaborative Computer–Assisted Translation of Ancient Texts. Proceedings of the 9th SIGHUM Workshop on Language Technology for Cultural Heritage, Social Sciences, and Humanities, Beijing, China, July 30, 2015 : 84–88
Coelho, Paulo. 1988. O Alquimista. Translated by Alan R. Clarke. The Al Chemist. 1992. Retrieved from: http://rgi.edu.in/rgi_pdf/Paulo_Coelho_-_The_Alchemist.pdf
Coelho, Paulo. 1988. O Alquimista. Translated by Isma b. Koesalamwardi. Sang Al Kemis. 2004. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.
Eagleton, Terry,. 2003. Literary theory: an introduction (Fourth Edition). Great Britain: Blackwell Publishers Ltd.
Reference.com. Definition of literary text. Accessed from: https://www.reference.com/art-literature/definition-literary-text-e2c4af15a7a79714
Ipsen, A. Helene & Helle V. Dam. 2016. Translation Revision: Correlating Revision Procedure and Error Detection. Hermes – Journal of Language and Communication in Business, 55 : 143 - 156
Krüger, Ralph. 2016. Contextualising Computer-Assisted Translation Tools and Modelling Their Usability. Trans-Kom Journal, 9 (1) : 114-148.
Laurenzi A, Brownstein M, Turner AM, Kirchhoff K. 2013. Integrated Post-Editing and Translation Management for Lay User Communities. In proceedings of the 2nd Workshop on Post-editing Technology and Practice; France: Nice; 2013 : 27–34.
Memsource.com
Mick, Graciela Massonnat. 2015. The Role of Revision in English-Spanish Software Localization. Doctoral Thesis. Spain:  Universitat Rovira I Virgili.
SAE. 2001. Surface Vehicle Recommended Practice. Accessed on August 1, 2016, from APEX: http://www.apex-translations.com/documents/sae_j2450.pdf
Syahrina, Alvi. 2011. Online machine translator system and result comparison – statistical machine translation vs hybrid machine translation. Unpublished Thesis. University of Boras, Sweden.
Translate.google.com
Wellek, R., and Warren, A. 1949. Theory of Literature. New York : Harcourt, Brace And Company.
Zehnalová, Jitka. 2016. Literary Style and Its Transfer in Translation: Bohumil Hrabal in English. Mutatis Mutandis Journal, 9 (2) : 418-444.


artikel ini telah dipersentasikan pada seminar nasional penerjemahan 2017. Prodi Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma.

Implementasi Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah No 22 tahun 2011 Tentang Bahasa dan Sastra Daerah sebagai Muatan Lokal Wajib pada tingkat sekolah dasar di SDN 1 Argamulya Kabupaten Kotawaringin Barat

Choirul Fuadi
Universitas Negeri Yogyakarta
Choirul.fuadi2015@student.uny.ac.id

Abstrak : Penduduk asli Kalimantan Tengah dikenal dengan nama orang dayak atau Suku Dayak. Suku Dayak terdiri dari berbagai suku/kelompok dan seringkali mempunyai bahasa sendiri-sendiri. Namun, menurut Nila Riwut dalam bukunya berjudul maneser panatau tatu hiang (menyelami kekayaan leluhur), Bahasa Dayak Ngaju adalah lingua franca bagi orang – orang dayak yang berada di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sejak adanya program transmigrasi dari pemerintah Indonesia dalam rangka pemerataan penduduk, kini Provinsi Kalimantan Tengah terdiri dari berbagai macam suku dan bahasa. Hal tersebut ditambah dengan adanya migrasi yang terjadi setiap tahun dengan berbagai alasan dan faktor, mencari kerja atau lapangan pekerjaan menjadi salah satu faktor pemicu migrasi. Suku yang paling dominan di Provinsi Kalteng yakni Suku Dayak, Jawa, Flores dan Banjar, sehingga provinsi Kalteng tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia dalam keseharian akan tetapi menggunakan bahasa Dayak, Banjar dan Jawa. Salah satunya di SDN 1 Arga Mulya yang terletak di Desa Arga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat yang mayoritas penduduk berasal dari suku Jawa dan menggunakan bahasa Jawa dalam keseharian. Sebagai salah satu bentuk respon pemerintah daerah untuk melindungi dan melestarikan bahasa dan sastra daerah Kaliman Tengah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengeluarkan peraturan tentang bahasa dan sastra daerah sebagai Mata Pelajaran Muatan Lokal Wajib ditiap tingkat satuan pendidikan. Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur No 22 tahun 2011 tentang kurikulum Muatan Lokal. Dalam peraturan gubernur dijelaskan bahwa Kurikulum Muatan lokal Provinsi Kalteng adalah Kurikulum pendidikan yang berbasiskan berbagai potensi daerah, ciri khas daerah, dan keunggulan daerah yang disebut kearifan lokal (lokal wisdom) provinsi Kalimantan tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada implementasi Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 22 tahun 2011 tentang bahasa dan sastra daerah sebagai Mata Pelajaran Muatan Lokal Wajib ditiap tingkat satuan pendidikan di SDN 1 Argamulya Kabupaten Kotawaringin Barat dengan menggunakan teori implementasi dari George Edward III yang memiliki 4 indikator penentu keberhasilan atau kegagalan suatu implementasi kebijakan yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kebijakan muatan lokal sebagai mata pelajaran wajib tidak berjalan dengan baik. Faktor penghambat yakni kurangnya tenaga pengajar dan anggaran sehingga mempengaruhi sikap pihak SDN 1 Arga Mulya dengan mengganti dan mengisi muatan lokal dengan mata pelajaran bahasa Inggris dikarenakan kondisi lingkungan tempat sekolah yang mayoritas bersuku Jawa dan mata pelajaran bahasa Inggris dianggap akan membantu siswa dalam jenjang pendidikan selanjutnya. Faktor pendukung, adanya SOP yang jelas yang tercantum dalam pergub, sikap dukungan dari pemerintah,  fasilitas berupa kurikulum dan buku muatan lokal hingga pelatihan untuk guru muatan lokal.


Kata Kunci : implementasi kebijakan, bahasa daerah, SDN 1 Argamulya.



DAFTAR PUSTAKA

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. KBBI V. KBBI V daring veris 0.1.4 Beta (14).
Badan Pusat Statistik. (2010). Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari - hari Penduduk Indonesia (Hasil sensus penduduk 2010). diakses dari http://demografi.bps.go.id/phpfiletree/bahan/kumpulan_tugas_mobilitas_pak_chotib/Kelompok_1/Referensi/BPS_kewarganegaraan_sukubangsa_agama_bahasa_2010.pdf
Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah no 22 tahun 2011 tentang tata cara pelaksanaan kurikulum muatan lokal. Diakses dari http://jdih.kalteng.go.id/uploads/prokum-2012051610065475.pdf
BPS Provinsi Kalimantan Tengah. (2016). Provinsi Kalimantan Tengah dalam Angka 2016. Diakses dari; http://kalteng.bps.go.id/webbeta/websiteV2/pdf_publikasi/Provinsi-Kalimantan-Tengah-Dalam-Angka-2016.pdf
Riwut, Nila. (2015). Maneser Panatau Tatu Hiang (Menyelami Kekayaan Leluhur). Yogyakarta: NR Publishing.
Moleong, Lexy J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung : PT Remaja Rosda Karya.
Sari, Dila Ayu & Prabawati, Indah. (2016). Implementasi Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 19 Tahun 2014 Tentang Mata Pelajaran Bahasa Daerah Sebagai Muatan Lokal Wajib Di Sekolah/Madrasah Pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kertosono Kabupaten Nganjuk. Jurnal Kajian Kebijakan Publik, 1 (1): 1-8.

artikel ini telah dipersentasikan pada the 5th annual international conference on linguistics SETALI 2017. 10-11 agustus 2017. linguistic department, postgraduate school of UPI